Dalam rangkaian 40 tahun berdirinya HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), dilaksanakan Pameran Lukisan “Suara dari Pinggiran.” Lukisan karya Kasiman Lee ini dipamerkan 23-29 Januari 2013 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Pameran dibuka 23 Januari lalu oleh Sekjen HKTI, Fadli Zon. Hadir Wakil Ketua Umum HKTI Rachmat Pambudy, Ketua Wanita Tani HKTI Ony Jafar Hafsah dan para seniman budayawan serta tokoh pertanian.

Pelukis Kasiman Lee menggambarkan kondisi sosial masyarakat Indonesia yang paradoks di tengah globalisasi.

Dalam rilis yang diterima Tribun, Sabtu (26/1/2013) Kasiman Lee melukiskan supermarket yang menggilas pedagang kecil, kehidupan petani dan nelayan, anak sekolah yang harus menyeberang jembatan putus, fenomena beras dan buah impor yang membuat cemas petani, hingga kampanye pemilukada yang masuk pasar burung.

Ia juga melukis gedung DPR digerogoti rayap. Bangsa rayap menguasai Indonesia.Kritik sosial Kasiman itu disampaikan apa adanya, lugu. Kasiman menyakini bahwa orang pinggiran akan bertahan dan selalu optimis dengan harapan di tengah situasi apapun.

Lukisan Kasiman juga memotret ironi ketergantungan pada kekuatan asing. Kesenjangan yang makin menganga antara yang kuat dan yang lemah, antara yang diatas dan di bawah.

Suara dan goresan Kasiman Lee ini sejalan dengan ruh perjuangan HKTI. Sebagai wadah petani, HKTI mendukung terselenggaranya pameran ini.