Berita

HKTI tuding ada importir nakal di balik lonjakan harga bawang

HKTI tuding ada importir nakal di balik lonjakan harga bawangHimpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melihat, ada praktik nakal dari segelintir orang yang hanya mengincar mengambil keuntungan atau praktik memburu rente dari komoditas bawang.

Sekjen HKTI Fadli Zon mengatakan praktik berburu rente ini kemungkinan dilakukan oleh importir bawang. Khususnya bawang putih, yang berimbas pada lonjakan harga bawang yang mencapai Rp 70.000 per kilogram.

“Ini adalah praktik perburuan rente. Sangat mudah dibaca, ada usaha untuk mengambil keuntungan,” tutur Fadli di Warung Daun Cikini, Sabtu (16/3).

Praktik memburu rente ini hanya bisa dicegah jika pemerintah memperketat pengaturan dan pengawasan terhadap tata kelola dan izin produk pertanian berupa Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Namun, lanjutnya, solusi terbaik adalah swasembada bawang putih di dalam negeri. Selama ini, 90-95 persen kebutuhan bawang putih masih mengandalkan impor dari China dan India. Padahal, kata dia, kondisi lahan Indonesia cukup potensial untuk ditanami bawang putih.

“Kalau kurang jangan langsung impor tapi bagaimana kita tingkatkan produksi di dalam negeri. Impor itu sementara sifatnya untuk komoditas yang kita mampu produksi di dalam negeri,” tuturnya.

Fadli melihat, meroketnya harga bawang putih yang merembet ke harga bawang merah, mirip dengan kasus meroketnya harga daging sapi karena persoalan kartelisasi daging impor.

Resep Masak Ikan

Peternakan

BISNIS MIe AYAM

Leave a Reply