Berita

Pamit dari HKTI, Ini Pesan Prabowo kepada Petani

Pamit dari HKTI, Ini Pesan Prabowo kepada Petani

Prabowo Subianto secara resmi menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Hal ini menyusul masa jabatannya yang telah habis pada tahun 2015.

“Karena berbagai kesibukan, saya tidak mungkin lagi memimpin HKTI,” kata Prabowo dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta saat membuka Munas ke VIII HKTI di Grand Cempaka Convention Centre, Cipayung, Megamendung, Bogor, Kamis (19/11/2015).

Prabowo mengakui jika selama masa kepemimpinannya, masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. “Namun, saya minta HKTI saling bahu membahu untuk meningkatkan pertanian Indonesia,” imbuh dia.

Sebab, ke depan permasalahan dunia pertanian Indonesia akan semakin kompleks dan mempunyai tantangan berat. Karena itu, HKTI harus bersatu dan tidak kalah bersaing dengan negara luar terutama dalam hal teknologi dan sumber daya manusia.

“Memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), petani dan produktivitas pertanian harus bisa bersaing dengan negara luar. Untuk itu menjadi tantangan bagi pemimpin ke depan,” jelas Prabowo.

Namun demikian, Prabowo mengapresiasi kinerja pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, karena memiliki visi yang sama dengan HKTI untuk menghentikan impor beras dan lebih memperhatikan nasib petani.

“Meski saya ini dari partai oposisi, tapi saya berani mendukung Kementerian Pertanian. Tapi saya juga minta agar anggaran Kementerian Pertanian ditambah,” ujar dia.

Terkait pemilihan Ketua Umum Periode 2015-2020, Prabowo menyerahkan semua mekanisme pemilihan kepada peserta musyawarah nasional.

Sekjen HKTI Fadli Zon mengatakan, ada keinginan dari seluruh peserta HKTI agar Prabowo tetap masih menjadi bagian dari keluarga besar HKTI.

“Dalam pra munas beberapa hari yang lalu, sebagian besar peserta termasuk pengurus DPD supaya Pak Prabowo menjadi dewan pembina,” kata dia. (Ali/Vra)

 

sumber